Daya Tahan dan Ketahanan Cuaca
Sekolah adalah bangunan dengan aktivitas tinggi. Setiap hari pintu dan jendela dibuka-tutup ratusan kali, sehingga ketahanan menjadi faktor utama. UPVC memiliki keunggulan dalam menghadapi cuaca lembap dan panas karena tidak berkarat dan tidak lapuk. Material ini cocok untuk daerah dengan curah hujan tinggi seperti Jawa Timur atau Yogyakarta.
Sementara itu, aluminium memiliki daya tahan luar biasa terhadap benturan dan deformasi. Namun, di daerah pantai yang memiliki kadar garam tinggi di udara, aluminium bisa mengalami korosi bila tidak memiliki lapisan pelindung yang baik.
Isolasi Suara dan Panas
Sekolah membutuhkan lingkungan belajar yang tenang. Dalam hal ini, UPVC unggul karena memiliki sifat isolasi suara yang baik. Struktur materialnya mampu mengurangi suara bising dari jalan raya atau area luar kelas. Selain itu, UPVC tidak menghantarkan panas sehingga ruangan tetap sejuk tanpa beban pendinginan tambahan dari AC.
Sebaliknya, aluminium bersifat konduktor panas. Artinya, suhu luar bisa mudah berpindah ke dalam ruangan. Untuk mengatasinya, biasanya digunakan teknologi tambahan seperti thermal break atau kaca double glazing.
Estetika dan Desain
Dari sisi desain, aluminium unggul dalam fleksibilitas. Warna, tekstur, dan bentuk bisa disesuaikan dengan konsep arsitektur sekolah modern. Tampilan frame yang ramping juga membuat ruangan tampak luas dan terang.
UPVC cenderung memiliki frame lebih tebal, namun tampilannya tetap rapi dan minimalis. Warna putih atau netral memberi kesan bersih yang cocok dengan lingkungan pendidikan.
Biaya dan Perawatan
UPVC memiliki keunggulan pada efisiensi biaya. Harga material dan proses pemasangan lebih terjangkau dibanding aluminium. Selain itu, perawatannya mudah. Cukup dibersihkan secara rutin tanpa perlu pengecatan ulang.
Aluminium membutuhkan biaya awal lebih tinggi, terutama bila menggunakan finishing powder coating atau anodized. Namun, umur pakainya bisa mencapai 40–50 tahun dengan perawatan yang tepat.