Tidak Mengandung Selulosa
uPVC merupakan bahan sintetis yang tidak mengandung selulosa. Karena rayap hanya memakan material berbasis organik, uPVC tidak menjadi target serangan mereka.
Dengan kata lain, uPVC tidak menyediakan sumber makanan bagi rayap sehingga secara alami aman dari serangan.
Struktur Material Padat dan Tidak Berpori
Berbeda dengan kayu yang memiliki serat dan pori-pori, uPVC memiliki struktur yang padat dan rapat. Hal ini membuat rayap sulit menembus atau membuat sarang di dalam material.
Struktur ini juga membuat uPVC lebih tahan terhadap kerusakan fisik dibandingkan material lain.
Tahan terhadap Kelembapan
uPVC tidak menyerap air sehingga tidak menciptakan kondisi lembap yang disukai rayap. Material ini tetap stabil meskipun
digunakan di area dengan tingkat kelembapan tinggi.
Keunggulan ini sangat penting, terutama untuk iklim tropis seperti Indonesia yang memiliki tingkat kelembapan tinggi sepanjang tahun.
Tidak Mengalami Pembusukan
Material kayu yang lembap akan mudah membusuk dan menjadi lebih rentan terhadap serangan rayap. Sebaliknya, uPVC tidak mengalami pembusukan karena tidak terpengaruh oleh jamur atau mikroorganisme.
Hal ini membuat uPVC memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Tidak Memerlukan Perlakuan Anti Rayap
Material kayu biasanya membutuhkan perlakuan khusus seperti pelapisan anti rayap secara berkala. Sementara itu, uPVC tidak memerlukan perawatan tambahan karena sifat anti rayapnya sudah melekat secara alami.
Ini tentu memberikan keuntungan dari segi efisiensi biaya dan waktu.